Hasil Perancangan Produk TIK dalam Pembelajaran PLS

HASIL PERANCANGAN DAN PEMBUATAN BLOG ANIMATIF MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) Paket A  )


Di era globalisasi yang berkembang pesat saat ini, teknologi dan industrialisasi, menghasilkan produk teknologi yang tidak terhitung jumlahnya, banyak teknologi yang dapat dikembangkan untuk membantu dan mempermudah manusia dalam memperoleh ilmu pengetahuan, baik itu dalam pekerjaan sehari-hari maupun dalam proses pembelajaran.

Beraneka jenis ragam untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam pendidikan, kesehatan, serta sekedar untuk hiburan, salah satu produk teknologi yang sedang populer dikalangan siswa saat ini adalah media online. Media online (online media) adalah media massa yang tersaji secara online di situs web (website) internet salah satu nya media blog. Blog adalah singkatan dari “web log” adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum.

Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Menurut Sifry, berdasarkan hasil penelusuran mesin pencari blog Technorati, jumlah blog telah mencapai 57 juta blog diseluruh dunia, dan jumlah ini berlipat dua kali 230 hari. Blog juga membantu siswa dalam belajar, yaitu sebagai sumber belajar dan dapat memberikan sebuah peluang agar kegiatan belajar lebih menarik dan interaktif.

Melalui blog kita dapat sumber-sumber materi yang relevan dan dapat dipublikasikan ke seluruh penjuru sehingga bisa diakses oleh siapapun. Dengan demikian kesulitan siswa dalam mengumpulkan sumber-sumber informasi yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran dapat diatasi. Oleh karena itu, blog merupakan salah satu sumber belajar yang strategis untuk meningkatkan hasil belajar yang aktif dan interaktif, dan juga dapat mempermudah siswa dalam memperoleh sumber belajar yang baik untuk memperoleh hasil belajar yang bagus. Jadi penggunaan media dalam proses belajar di harapkan dapat menarik perhatian siswa dan dapat menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

Berdasarkan studi pendahulu yang penulis lakukan pada kelas paket A kenyataannya dalam pelaksanaan pembelajaran, guru masih mendominasi meskipun fasilitas media komputer yang ada sudah cukup memadai yakni 15 unit dan komputer server untuk mengajar 1 unit. Pembelajaran belum menyentuh sisi efektivitas dengan penggunaan media dan metode. Penggunaan metode dalam pembelajaran sangat diutamakan guna menimbulkan gairah belajar, motivasi belajar, merangsang siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Selama ini guru masih mengandalkan metode ceramah sebagai metode utama dalam menyampaikan materi, sehingga metode ceramah yang selama ini menjadi strategi pembelajaran yang utama harus segera di ubah.


Dengan kata lain, ketika mengajar di kelas, seorang guru di harapkan dapat menciptakan kondisi lingkungan belajar yang dapat mendorong siswa belajar atau memberi kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam membangun konsep-konsep yang di pelajarinya. Berdasarkan penjelasan di atas maka penulis tertarik melakukan penelitian tentang “ Perancangan dan Pembuatan Blog Animatif Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada Siswa paket A Kelas Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015”


 Media Pembelajaran

Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Levie & Lentz dalam Arsyad Azhar (2004) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual yaitu :

1) Fungsi atensi

 Merupakan inti media visual, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian pembelajar untuk berkonsentrasi pada isi pelajaran. Media gambar khususnya overhead projektor dapat menenangkan dan mengarahkan perhatian pembelajar kepada pelajaran yang mereka terima, meskipun pada awalnya materi pelajaran itu tidak disenangi sehingga mereka tidak memperhatikan.

2) Fungsi afektif 

Media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan pembelajar ketika belajar. Lambang atau gambar visual dapat menggugah emosi dan sikap pembelajar. Dalam memperhatikan isi pelajaran yang diberikan.

3) Fungsi kognitif

Media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

4) Fungsi kompensatoris

Media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu pembelajar yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dan mengingatnya kembali. Dengan kata lain media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan pembelajar yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal. Gerlach dan Erly (1971) mengemukakan tiga ciri media pembelajaran antara lain :


1) Ciri Fiksatif

Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek. suatu peristiwa atau obyek dapat diurut dan disusun kembali dengan media seperti fotografi, video tape, disket komputer dan film. Suatu obyek yang telah diambil gambarnya (direkam) dengan kamera dapat dengan mudah diproduksi kapan saja diperlukan.

2) Ciri Manipulatif

Ciri manipulatif yaitu dimana suatu kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan pada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan tehnik pengambilan gambar time lapse recording.

3) Ciri DistributifCiri distributif yaitu suatu ciri dimana dimungkinkannya suatu objek ditransformasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif lama mengenai kejadian ini.


Blog dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar

Blog (secara umum) adalah website yang bersifat personal (meskipun tidak selalu begitu), yang memuat opini personal dan hal-hal lain yang merupakan aktualisasi diri pembuatnya secara personal yang ingin ia kabarkan pada komunitas global dunia. Penerapannya pada proses pembelajaran blog bisa dimanfaatkan oleh guru untuk memposting bahan ajar sehingga siswanya dapat mempelajari melalui blog tersebut. Bahkan lebih dari itu, tidak hanya siswa saja yang secara formal yang dapat menikmati bahan ajar melainkan semua orang yang membutuhkannya.

Sebagai media belajar, blog dapat digunakan untuk memposting atau mengarsipkan apa yang didapat dalam internet. Bagi siswa blog dapat di gunakan sebagai media belajar, karena materi ajar yang akan diberikan disekolah ditampilkan sebagai halaman web. Hal ini sebagai suatu solusi sistem pengajaran diluar kelas sekaligus mengenalkan anak dalam dunia teknologi dan informasi khususnya dunia internet, sebagai media pengajar atau lebih tepatnya media saling berbagi siswa.

Blog dapat dijadikan media belajar interaktif, misalnya sebuah komunias guru di sebuah sekolah beramai-ramai membuat blog yang isi (content). Informasi yang ditampilkan dalam blog, tidak menutup kemungkinan akan mendapat respon/komentar dari pengunjung blog, baik respon positif maupun yang kontra. Komentar yang di sampaikan oleh pengunjung dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur seberapa besar pengaruh informasi yang dibuat didalam blog. 


Dengan memberi respon balik terhadap komentar yang masuk, berarti blogger peduli terhadap setiap pengunjung yang mengakses blognya. Dengan membiasakan hal tersebut di atas maka guru dengan sendirinya akan menjadi peka terhadap informasi pedidikan yang berkembang dan akan terbiasa untuk menulis. Disamping itu guru juga dapat menciptakan media pembelajaran yang bervariatif dengan memanfaatkan media blog, melalui publising materi pelajaran, soal-soal dan pembahasannya dan guru juga dapat mengukur dirinya melalui komentar yang masuk dalam sebuah blog, sehingga dengan komentar tersebut di harapkan guru dapat melakukan refleksi diri tentu saja dalam rangka menuju perubahan diri untuk menjadi guru yang professional dan kompeten.


Teknologi Informasi dan Komunikasi

TIK adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data / informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah. Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah:

1) Menyadarkan kita akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi ini sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.

2) Memotivasi kemampuan kita agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan TIK, sehingga bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan sehari hari secara mandiri dan lebih percaya diri.

3) Mengembangkan kompetensi kita dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari hari.

4) Mengembangkan kemampuan belajar berbasis TIK, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong kita lebih terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.

5) Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari hari. 


Beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya: 1) Presentasi Presentasi merupakan cara yang sudah lama digunakan, dengan menggunakan OHP atau chart. Peralatan yang digunakan sekarang biasanya menggunakan sebuah komputer/laptop dan LCD proyektor.

Ada beberapa keuntungan jika kita memanfaatkan TIK diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan film, sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi yang kita sampaikan. Software yang paling banyak digunakan untuk presentasi adalah Microsoft Powerpoint


2) Demonstrasi

Demontrasi biasanya digunakan untuk menampilkan suatu kegiatan di depan kelas, misalnya eksperimen. Kita bisa membuat suatu film melakukan suatu kegiatan misalnya cara melakukan pengukuran dengan mikrometer yang benar atau mengambil sebagian kegiatan yang penting. Sehingga dengan cara ini siswa bisa kita arahkan untuk melakukan kegiatan yang benar atau mengambil kesimpulan dari kegiatan tersebut.

Cara lain adalah memanfaatkan media internet, kita bisa menampilkan animasi yang berhubungan dengan materi yang kita ajarkan (meskipun tidak semuanya tersedia). Sebagai contoh untuk menampilkan arah vektor dari perkalian silang kita bisa mengakses internet dengan alamat.


3) Virtual Experiment

Maksud dari virtual eksperimen disini adalah suatu kegiatan laboratorium yang dipindahkan di depan komputer.


4) Kelas virtual

Maksud kelas virtual di sini adalah siswa belajar mandiri yang berbasiskan web, misalnya menggunakan moodle. Sebenarnya banyak bentuk pemanfaatan TIK lainnya yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam proses belajar mengajar. Tetapi semua itu tergantung kepada kita bagaimana cara memanfaatkannya.




Sumber : 

Jurnal Pendidikan dan Teknologi Informasi Vo. 4, No. 1, April 2017, Hal. 180-190 ISSN : 2355-9977 Copyright©2017 by LPPM UPI YPTK Padang

Komentar

Posting Komentar