Pentingnya TIK Dalam Program Pemberdayaan Masyarakat

 Pentingnya TIK dalam Program Pemberdayaan Masyarakat

Oleh : Hana Mulya Warni
Nim : 19005062
Jurusan : Pendidikan Luar Sekolah
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Padang

 Adanya internet setiap desa maka setiap desa akan terkoneksi dan mendapatkan akses informasi dan pengetahuan terkini, masyarakat pelosok desa terpencil dapat memanfaatkan jaringan internet untuk mempromosikan hasil produk alam kepada pedagang dari luar kota. Juga bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan potensi desa dan tempat wisata tradisional ke seluruh masyarakat dunia. Karena itu, keberadaan internet akan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Selain itu juga keuntungan lain terkoneksinya internet hingga ke semua desa adalah seandainya ada bencana alam di pelosok desa yang jauh dari kota, maka kami mencanangkan tidak memerlukan waktu lama untuk bertindak sebab masyarakat di sana hanya perlu menceritakan kepada pemerintah pusat tentang kondisi bencana sebenarnya melalui koneksi internet. Sehingga bantuan yang didatangkan nanti tepat sasaran dan berguna bagi masyarakat.

Internet masuk desa ( desa global ) adalah konsep mengenai perkembangan teknologi komunikasi di mana dunia dianailogikan menjadi sebuah desa yang sangat besar. Perkembangan konsep Desa Global. Seiring berjalannya waktu, konsep ini terus berkembang sesuai dengan keadaan masa sekarang dengan peranan teknologi komunikasi sebagai salah satunya adalah internet, terbukti dapat menyatukan dunia. Desa global dalam perkembangan teknologi sebagai peranan pemberdayaan masyarakat membawa dampak positif dan negatif. Orang-orang desa selalu mengetahui suatu kejadian-kejadian dalam berita yang sekarang dan terbaru di tempat lain, dapat berkomunikasi dan terhubung walau dalam jarak ribuan mill, mencari dan bertukar informasi merupakan dampak positifnya. Adapun dampak negatifnya adalah kecanduan internet, orang tidak dapat hidup tanpa internet, orang yang lebih eksis di dunia maya dibandingkan dunia nyata, yang mengganggu hubungan sosialnya dengan orang lain.

Pemanfaatan dari internet tersebut tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Hal ini bukan karena masyarakat desa yang bodoh tapi lebih karena tidak adanya pendidikan dan pengelolaan yang baik dari lembaga-lembaga pemerintah dan pihak terkait yang memang seharusnya memberikan pendidikan kepada masyarakat khususnya di daerah-daerah pedesaan.

Fasilitas dalam penggunaan koneksi internet di desa selalu mempunyai keterbatasan dibandingkan penggunaan internet di kota. Kendala yang dihadapi desa dalam masuknya internet ini adalah kurangnya infrastuktur telekomunikasi di berbagai daerah dan desa di Indonesia. Hal ini merupakan langkah progresif yang patut didukung oleh berbagai pihak untuk dapat direalisasikan secepatnya. Pasalnya dengan masuknya fasilitas internet ke setiap desa di semua wilayah Indonesia maka masyarakat yang hidup di pelosok, yang selama ini selalu tertinggal mendapatkan informasi tak akan lagi mengalami hal itu. Hal inilah yang mendasari rencana besar untuk daerah pelosok guna mendapat fasilitas internet ini.

Seiring perkembangan dan kemajuan zaman dibutuhkan sarana informasi teknologi berbasis multi media guna menunjang kegiatan dan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat. Penggunaan sarana teknologi informasi (TI) sudah merata dan menyebar ke berbagai pelosok daerah. Sudah bukan hal mewah dan elite lagi penggunaan sarana teknologi informasi di kalangan masyarakat dengan ditandainya pendirian tower BTS (Base Tranceiver Station) di setiap kecamatan oleh beberapa operator seluler maupun tower share internet dengan fasilitas hotspot. 

 

Program Kegiatan

Pendirian Jaringan Internet Desa merupakan program yang cukup relevan guna membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik, khususnya masyarakat pedesaan. Dengan memudahkan akses koneksi internet yang bisa digunakan secara bersama-sama oleh warga masyarakat pedesaan perlunya dibangun tower share internet. Hal ini akan banyak berguna sekaligus menunjang kegiatan masyarakat desa dalam berbagai aspek meliputi: pendidikan, pertanian, peternakan, pembangunan SDM, latihan ketrampilan, puslitbang, dokumentasi, dan lain sebagainya. 

 

Maksud dan Tujuan

Dengan menggunakan perangkat komputer yang berbasis multi media, maka akan memberi pembelajaran/pengenalan masyarakat terhadap penggunaan sarana teknologi informasi, sehingga warga desa tidak gaptek alias tertinggal dalam menyerap kemajuan teknologi informasi. Juga akan memberikan kemudahan/keuntungan bagi masyarakat dalam mengakses, update, upload, maupun mendownload/mengunduh berbagai file/data dan informasi penting/berharga melalui jaringan internet guna menunjang kepentingan hidup masyarakat. Mengingat jaringan internet sekarang lebih mudah diakses melalui sarana modem seluler (handphone), speedy, atau Wi-fi (dengan membangun tower share internet/hotspot) dengan tarif yang cukup murah.

Warga bisa mengaplikasikan berbagai informasi dan data-data berharga yang bisa diakses melalui website/situs/weblog di internet guna menunjang kegiatan sehari-hari seperti edukasi (pendidikan), penyuluhan, ketrampilan, pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan perempuan, teknologi tepat guna, dan lain sebagainya. Sebagai misal: warga petani yang menginginkan informasi tentang benih, pupuk, atau teknik bercocok tanam yang baik dan segala informasi yang menyangkut bidang pertanian, peternakan, perkebunan, atau perikanan bisa langsung mengupdate atau mendownload file-file yang ada di internet. Semuanya free/gratis. Karena file/data yang disediakan di situs-situs kebanyakan tidak mengenakan biaya apa pun, kecuali pemesanan barang/paket secara online.

Kaum ibu-ibu bisa mengaplikasikan berbagai teknik ketrampilan seperti kerajinan tangan, masak memasak, home industri, artikel keluarga, dan segala hal yang menyangkut dunia rumah tangga yang diunduh langsung dari internet. Selain itu anak-anak dan pelajar bisa mengakses buku-buku pelajaran (ebook), soal-soal latihan ujian, latihan ketrampilan, dan bentuk paket edukasi lainnya yang disediakan secara cuma-cuma. Semua warga bisa menyerap berita atau informasi dengan lebih mudah dan cepat. Pendeknya, semua aspek dalam kehidupan bisa diakses melalui internet. Bahkan warga bisa sharing dan berbagi informasi dengan warga di tempat lain di berbagai belahan dunia melalui sarana chatting, email, yahoo messenger, facebook, twitter, skype, dan fasilitas layanan online lainnya.

Sarana dan Prasarana Kegiatan

Warga desa khususnya dalam suatu keluarga yang telah memiliki komputer atau laptop bisa mengkoneksi internet dengan cepat, mudah, dan murah dengan adanya tower share internet (hotspot) yang mampu mengakses dalam cangkupan wilayah satu desa dengan asumsi jarak radius 5 kilometer. Beberapa buah komputer/laptop, modem, dan wireless (Wi-Fi) di masing-masing rumah.

Dalam proses alih teknologi diperlukan adanya katalisator yang berperan sebagai perantara serta mendefinisikan dan memudahkan pemahaman petani terhadap teknologi. Bahasa teknologi perlu disederhanakan sedemikian rupa hingga bisa dimengerti dan langsung diaplikasikan oleh petani.

Komentar

Posting Komentar