Bagaimana sih bentuk praktek penguasaan TIK di pendidikan non formal?
Penguasaan TIK dalam Pendidikan Luar Sekolah
Oleh :
Hana Mulya Warni (19005062)
Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
Universitas Negeri Padang
Tujuan utama teknologi pendidikan (pembelajarn) adalah untuk memecahkan masalah belajar atau memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Teknologi pendidikan atau pembelajaran sebagai perangkat lunak (sofware technology) yang berbentuk cara-cara yang sistematis dalam memecahkan masalah pembelajaran atau pendidikan semakin canggih dan mendapat tempat secara luas dalam dunia pendidikan. Aplikasi praktis teknologi pendidikan dalam pemecahan masalah belajar mempunyai bentuk konkret dengan adanya sumber belajar yang memfasilitasi peserta didik untuk belajar.
Teknologi Pendidikan tumbuh dan berkembang dari praktik pendidikan dan gerakan komunikasi audiovisual. Teknologi pendidikan semula dilihat sebagai teknologi peralatan yang berkaitan dengan penggunaan perlatan, media, dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan alat bantu audiovisual. ( Rountree, 1979 ).
Selanjutnya, di bawah ini akan dikemukakan beberapa defenisi tentang Teknologi Pendidikan sebagai berikut :
- 1. Defenisi menurut Mac Kenzie dan Eraut 1971
“ Teknologi pendidikan merupakan suatu studi yang sistematis mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai “
- 2. Defenisi menurut AECT 1972
“ Teknologi Pendidikan adalah suatu bidang garapan yang berkepentingan dengan memfasilitasi belajar pada manusia melalui usaha sistematis dalam identifikasi, pengembangan, pengorganisasian, dan pemanfaatan berbagai macam sumber belajar serta dengan pengelolaan atas keseluruhan proses tersebut “.
- 3. AECT 1977
“ Teknologi Pendidikan adalah suatu proses yang kompleks dan terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana, dan organisasi untuk menganalisis masalah, merancang, melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia “.
- 4. Defenisi Menurut Anglin 1995
“ Teknologi pendidikan adalah kombinasi dari pembelajaran, belajar, pengembangan, pengelolaan, dan teknologi lain yang diterapkan untuk memecahkan msalah pendidikan. “
- 5. Defenisi menurut Hackbarth 1996
“ Teknologi pendidikan adalah konsep multidimensial yang meliputi : 1) suatu proses sistematis yang melibatkan pengetahuan dalam upaya mencari solusi yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah-masalah belajar dan pembelajaran : 2) produk seperti buku teks, program audio, program televisi, sofware computer yang terdiri dari berbagai kategori pekerjaan : dan 4) merupakan bagian spesifik dari pendidikan “. Hackbarth, 1996 dalam Purwanto, dkk, 2005 : 13 )
- 6. Defenisi terbaru menurut AECT ( 2004
“ Teknologi Pendidikan adalah studi dan etika praktik dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan atau memanfaatkan dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat.
Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan ilmupengetahuan dan teknologi yang demikian pesat, khususnya dalam bidang pendidikan, psikologi dan Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ), serta disiplin ilmu lainnya yang relevan maka tidak mustahil ke depannya teknologi pendidikan akan semakin terus berkembang dan memperkokoh diri menjadi suatu disiplin ilmu, program studi, dan profesi yang dapat berperan dalam memecahkan masalah-masalah belajar dan pembelajaran.
Sementara itu, perkembangan Teknologi Pendidikan di Indonesia masih belum optimal, baik dalam bidang desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, maupun evaluasinya. Hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah sumber daya manusia yang mengelola pendidikan harus memiliki kemampuan akademis dan profesional yang handal untuk mengembangkan dan/atau mengaplikasikan teknologi pendidikan agar penyelenggaraan pendidikan menjadi lebih berkualitas, efektif dan efisien serta relevan dengan kebutuhan dan tuntutan zaman.
2 Peranan Teknologi Pendidikan dalam Pemecahan Masalah Pendidikan
Manusia agar dapat memenuhi kebutuhannya dengan baik perlu belajar. Sedangkan untuk dapat belajar secara efektif dan efisien perlu memanfaatkan beraneka ragam sumber belajar. Teknologi pendidikan berupaya untuk merancang, mengembangkan, dan memanfaatkan aneka sumber-sumber sehingga dapat memudahkan atau memfasilitasi seseorang untuk belajar.
Teknologi pendidikan diperlukan untuk dapat menjangkau peserta didik di manapun mereka berada. Selain itu, untuk melayani sejumlah besar dari mereka yang belum memperoleh kesempatan untuk belajar, memenuhi kebutuhan belajar untuk dapat mengikuti perkembangan dan meningkatkan efisiensi, efektivitas dalam belajar.
Teknologi pendidikan secara konseptual dapat berperan untuk membelajarkan manusia dengan mengembangkan dan atau menggunakan aneka sumber belajar, yang meliputi :
v Sumber daya manusia
v Sumber daya alam dan lingkungan
v Sumber daya peluang atau kesempatan
v Meningkatkan efektivitas dan efisiensi sumber daya pendidikan
(Miarso, 2004 : 701).
Selanjutnya, teknologi pendidikan berperan dalam upaya memecahkan masalah pendidikan dan pembelajaran diantaranya melalui cara sebagai berikut :
v Memadukan berbagai macam pendekatan dari bidang ekonomi, manajemen, rekayasa dll
v Memecahkan masalah belajar pada manusia secara menyeluruh dan serempak dengan memperhatikan dan mengkaji semua kondisi dan saling berkaitan dintaranya
v Menggunakan teknologi sebagai proses dan produk untuk membantu memecahkan masalah belajar
v Timbulnya daya lipat atau efek sinergi, dimana penggabungan pendekatandan atau unsur-unsur mempunyai nilai lebih dari sekadar penjumlahan.
(Miarso, 2004 : 78 )
Teknologi pendidikan juga berperan dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan, khususnya dalam perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan melalui :
v Penerpan prosedur pengembangan pembelajaran dalam penyusunan KTSP, Struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan, silabus dan perangkat pembelajaran lain.
v Penerapan prosedur pengembangan pembelajaran dalam penyusunan bahan belajar, modul, buku teks atau buku elektronik (e-book)
v Penerapan metode pembelajaran yang lebih menekankan penerpan teknologi mutakhir
v Mengembangkan dan memanfaatkan berbagai jenis media yang sesuai dengan kebutuhan
v Mengembangkan strategi pembelajaran untuk membangun dan menemukan jatidiri melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan
- Tinjauan Pendidikan Luar Sekolah ( PLS )
Pendidikan Luar Sekolah ( PLS ) merupakan jenis pendidikan yang tidak selalu terkait dengan jenjang dan struktur persekolahan , namun dapat berkesinambungan. Pendidikan Luar Sekolah menyediakan program pendidikan yang memungkinkan terjadinya perkembangan peserta didik dalam bidang sosial, keagamaan, budaya, keterampilan dan keahlian.
Melalui Pendidikan Luar Sekolah ( PLS) setiap warga negara dapat memperluas wawasan pemikiran dan peningkatan kualitas pribadi dengan menerapkan landasan belajar seumur hidup. Selanjutnya Pendidikan Luar Sekolah (PLS) mencakup :
v Pendidikan keterampilan
v Pendidikan perluasan wawasan
v Pendidikan keluarga,
Pendidikan keterampilan mempersiapkan peserta didik untuk memiliki kemampuan melaksanakan suatu jenis pekerjaan tertentu. Pendidikan perluasan wawasan meningkatkan peserta didik memiliki pemikiran yang lebih luas. Sedangkan pendidikan keluarga memberikan pengetahuan//keterampilan dasar, agama dan kepercayaan, nilai moral, norma sosial, pandangan cara hidup untuk dapat berperan dalam keluarga dan masyarakat.
Pendidikan Luar Sekolah (PLS) menggunakan pembelajaran bermakna, artinya lebih berorientasi dengan pasar, dan hasil pembelajaran dapat dirasakan langsung manfaatnya, baik oleh masyarakat maupun peserta didik itu sendiri.
Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 73 Tahun 1991, tentang Pendidikan Luar Sekolah Bab I Pasal I dinyatakan bahwa pendidikan luar sekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah baik dilembagakan maupun tidak. Selanjutnya dalam Bab II Pasal 2 dinyatakan bahwa pendidikan luar sekolah bertujuan :
- Melayani warga belajar supaya dapat tumbuh dan berkembang sedini mungkin dan sepanjang hayatnya guna meningkatkan martabat dan mutu kehidupannya ;
- Membawa warga belajar agar memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah atau melanjutkan ke tingkat dan/atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi ;
- Memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang tidak dapat dipenuhi dalam jalur pendidikan sekolah.
Rumusan tujuan pendidikan di atas merupakan tujuan umum bagi kursus dan satuan pendidikan lainnya pada jalur luar sekolah. Sedangkan tujuan untuk masing-masing satuan pendidikan tersebut termaktub di dalam kurikulum masing-masing satuan pendidikan yang bersangkutan.
PERANAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
DALAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Kita menyadari bahwa SDM kita masih rendah, dan tentunya kita masih punya satu sikap yakni optimis untuk dapat mengangkat SDM tersebut. Salah satu pilar yang tidak mungkin terabaikan adalah melalui pendidikan non formal atau lebih dikenal dengan pendidikan luar sekolah ( PLS ).
Rendahnya kualitas SDM kita tidak terlepas dari rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, terutama pada usia sekolah. Rendahnya kualitas SDM tersebut disebabkan oleh beberapa faktor misalnya : ketidakmampuan anak usia sekolah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sebagai akibat dari kemiskinan yang melilit kehidupan keluarga atau bisa saja disebabkan oleh angka putus sekolah.
Selaras dengan UU No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang secara tegas dan lugas menyebutkan bahwa pendidikan non formal akan terus ditumbuhkembangkan dalam kerangka mewujudkan pendidikan berbasis masyarakat, dan pemerintah ikut bertanggungjawab dalam kelangsungan pendidikan non formal.
Rencana strategis dalam mendukung penyelenggaraan PLS baik di tingkat propinsi maupun tingkat kabuapaten sebagai berikut :
- Perluasan pemerataan dan jangkauan pendidikan anak usia dini
- Peningkatan pemerataan, jangkauan dan kualitas pelayanan Kejar Paket A dan Kejar Paket B
- Penuntasan buta aksara
- Perluasan, pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan berkelanjutan melalui program pembinaan kursus, kelompok belajar usaha, magang, beasiswa
- Memperkuat dan memandirikan PKBM yang telah melembaga di berbagai daerah.
Dalam kaitannya dengan upaya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan, mala program PLS lebih cenderung berorientasi pada kebutuhan pasar, tanpa mengesampingkan aspek akademis.
Bermanfaat sekali chinggguuuu
BalasHapusGomawoo
HapusMasyaAllah keren sekali ukhtea 👍🏻🔥
BalasHapusJazakallah khair akhea
Hapusguudddd
BalasHapusTingkiw
HapusGambate bund👍
BalasHapusPastiiii bu d
HapusSemangkaaa
BalasHapusSemangat kakaaaa
Iyaa ka
HapusMantapp
BalasHapusTerimakasih
HapusSemangat penulis
BalasHapusTerimakasih
BalasHapus👍👍👍👍
BalasHapusMantappp
BalasHapusSemangattt
BalasHapusMantap kaa
BalasHapusSemangat
BalasHapusNice
BalasHapusSemangat penulis
BalasHapusMantul
BalasHapus👍👍
BalasHapus